HUBUNGAN USIA DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN STUNTNG PADA BALITA DI WILYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS

Penulis

  • Feji Sukitide
  • Fadhilatul Huryah

Abstrak

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi
dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak
yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. WHO
menyebutkan bahwa rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia Tahun 2005-2017
adalah 35,4% dan Indonesia menduduki peringkat ketiga di Asia Tenggara dengan prevalensi
tertinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Padang jumlah balita tertinggi terdapat di
tiga puskesmas yaitu puskesmas Pauh jumlah balita 1.805, Puskesmas Andalas 4.782 dan
puskesmas Lb. Buaya 4.318. sedangkan untuk kejadian stunting tertinggi terdapat di
Puskesmas Andalas dengan jumlah 656 (13,9%), puskesmas Anak Air 337 (15,5%) dan
puskesmas Rawang Barat 215 (13,55%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui
Hubungan Usia Dan Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Dengan Kejadian Stunting Pada
Balita Di Puskesmas Andalas Kota Padang. Rancangan penelitian yang akan digunakan
peneliti ini adalah korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan
jumlah sampel 32 responden. hasil penelitian Hasil uji statsitik chi-square menunjukkan nilai
p-value 0,039 yaitu ada Hubungan Usia Ibu Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Di
Wilayah Kerja Puskesmas Andalas dan Hasil uji statsitik chi-square menunjukkan nilai pvalue 0,009 yaitu ada Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Dengan Kejadian
Stunting Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas. Diharapkan untuk tempat
penelitian untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat terutama pada ibu-ibu yang
memiliki balita tentang bahaya stunting, pencegahan terjadinya stunting dan penatalaksanaan
jika bayi mengalami stunting.
Kata Kunci : Usia , Pengetahuan, Stunting, Status Gizi

Diterbitkan

2024-02-26